Thursday , August 24 2017
Breaking News
Home / Puisi / TIGA BAYI MUNGIL

TIGA BAYI MUNGIL

Waktu subuh selalu syahdu
Malatari kelahiran tiga bayi mungil
Di tengah keputusasaan kelahiran normal
Karena ketuban pecah di awal sebelum ada pembukaan
Meski usia kehamilan telah terlewat cukup bulan
Bahkan menuju tanggal kadaluarsa

Kuasa Tuhan, tiga bayi mungil dilahirkan
Setelah sekian lama dikandung rahim bahasa
Dari ayah petualangan
Serta ibu sastra jelita
Tiga bayi dengan pigmen berbeda
Belum punya daya apalagi upaya
Masih terlelap di kamar inkubasi antologi puisi

Tiga bayi mungil dalam hangat buaian nalar
Masih asyik menyusu pada puting penyair
Tiga bayi mungil berenang di permukaan diksi
Kemudian dijemur hangatnya sehimpun puisi
Berharap kelak tumbuh barisan gigi
Untuk menggigit ikan teri dan mengunyah nasi

Tiga bayi mungil masih asyik menyusu pada puting-puting penyair
Belum punya daya
Tiada angan mencapai maqom kerasulan
Hanya ingin menjadi perempuan
Di tengah barisan per-empu-an

2016

About Redaksi

Check Also

TANGGAL MERAH SEBUAH RUMAH IBADAH

Laju ayat-ayat terhenti Pada sebuah rumah ibadah yang riuh Mulut-mulut yang berbusa kata Lambung-lambung yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 5 =