Thursday , August 24 2017
Breaking News
Home / prosa / JEPRUT

JEPRUT

TENTANG perempuan yang menyangga survivalitas dengan mengkonsumsi bata merah, hujan pertama jatuh Bulan September, ingat hujan pertama seringkali jatuh Bulan September kecuali pada Tahun Kabisat, telah sampai wartanya ke sebuah lokus yang menolak plastik habis-habisan masuk ke dalam rumah-tangga.

Kami masih mencintai sesuatu yang alamiah. Back to nature. Kelak kau akan mendengar ada peziarah yang telah menghabiskan puluhan sandal jepit dalam pengelanaannya mencari seorang perempuan yang bertahan hidup hanya dengan memakan bata merah. Absurd.

Sama absurdnya dengan dua perempuan, mungkin tiga, bernama Murni, membentuk asosiasi Cewe Bernama Murni Pecandu Purnama. Atau tiga lelaki, kukira lebih, membentuk Perhimpunan Mantan Suami Peziarah Asmara. Aku mendengarnya serempak, menjejali pengupinganku. Kupingku perih, juga karena dijejali kronik korupsi dari bokong gubernur yang berwajah topeng belum rampung diukir. Seorang ipar gubernur, berhasil menjadi peternak mobil mewah.

Lalu apa hubungannya dengan perempuan pemakan bata merah? Kelak kau akan memahaminya sendiri setelah mendengar sekian testimonial dari para pakar nutrisi yang jujur, dalam artian, ia tidak mau menyokong pabrik nutrisi kemasan yang sudah diawetkan dengan kimiawi yang membuatmu bego setelah 17 tahun mengasupnya secara rutin.

Aku selalu bercuriga pada minuman dan makanan kemasan, bahwa di dalamnya mengandung unsur yang membuat halayak kehilangan sensitivitas dan sense of crisis, atau sense of belonging terhadap sumber daya alam di tanah kami yang membuat Bangsa Bataveen betah berkebun selama 350 tahun.

About djavar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 3 =