Thursday , August 24 2017
Breaking News
Home / Puisi / EPITAF RINDU

EPITAF RINDU

Ini hari ke sembilan puluh sembilan
Sejak pemilik kerling mata yang tajam mengucap rindu yang tak tertahan
Menetes, mengalir, menderas
Pada sekujur nisan ayahnya
Bukan sekedar rindu picisan
Tanpa tangis, tanpa sedu sedan

Sembilan puluh sembilan hari kelabu
Langit mendung berwajah sendu
Pemilik kerling mata yang tajam telag terpejam abadi
Rindunya yang tumpah pada sang ayah terbayar sudah

2016

About Redaksi

Check Also

TANGGAL MERAH SEBUAH RUMAH IBADAH

Laju ayat-ayat terhenti Pada sebuah rumah ibadah yang riuh Mulut-mulut yang berbusa kata Lambung-lambung yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × five =