Thursday , August 24 2017
Breaking News
Home / Puisi

Puisi

TANGGAL MERAH SEBUAH RUMAH IBADAH

Laju ayat-ayat terhenti Pada sebuah rumah ibadah yang riuh Mulut-mulut yang berbusa kata Lambung-lambung yang sibuk mencerna Otak-otak beku Hati-hati membatu Istri-istri jenderal berparas ayu Menikmati semangkuk mie ayam Tubuh mereka terbungkus jutaan rupiah Mama-mama muda berkoloni Segala caci, curahan hati Berkejaran Menyalip laju ayat-ayat Anak-anak mereka merengek minta jajan …

Read More »

CANDU

Tiba-tiba kau serupa pengintai Menelisik lengkung alis hingga nomor sepatu Berulang mengucap salam, memanggil namaku Menggedor pintu, mendobrak, bersorak Menarikku dalam pusaran candu Kemudian kau jadi serupa petani Yang menyemai bijian rindu Pada ladang ganjil yang kerontang Kau tabah merawat tetumbuhan kenangan dengan cucuran doa laksana hujan Pada akhirnya kau …

Read More »

RETINA

Selapis tipis sel Mengubah cahaya menjadi tanda Menikmati segala warna Menuntun pijak Mencari jejak Hingga pagi memburam Sepasang mataku terbangun Sebelah menatap penjuru yang membayang Memanggil waktu yang telah terlalui Sebelah yang lain pecah Membercak Menjadi gumpala awan Merupa siluet janin nyenyak dalam rahim Dan diabetes, hipertensi dalam batas wilayah …

Read More »

BLUES

Dia yang telah mencukur habis rambut jabrignya Mendadak menghilang dari urban Raungan gitar listrik kudengar telah berganti jadi petikan kecapi Tuhan sembilan senti* telah lama dia ingkari Blues telah disuntikkan ke dalam pembuluh darah Dipacu jantung Digerakkan hati Kepada Jimmy Hendrix dan Benyamin Sueb Seorang petapa yang lihai memetik kecapi …

Read More »