Thursday , August 24 2017
Breaking News
Home / Puisi / CANDU

CANDU

Tiba-tiba kau serupa pengintai
Menelisik lengkung alis hingga nomor sepatu
Berulang mengucap salam, memanggil namaku
Menggedor pintu, mendobrak, bersorak
Menarikku dalam pusaran candu

Kemudian kau jadi serupa petani
Yang menyemai bijian rindu
Pada ladang ganjil yang kerontang
Kau tabah merawat tetumbuhan kenangan dengan cucuran doa laksana hujan

Pada akhirnya kau jadi semacam penyair
Menganyam lambang bunyi
Menenun aksara
Menyimpul makna
Hingga bumi lupa pada rotasi
Matahari lupa pada cahaya

Kau dan aku lupa pada harap

2016

About Redaksi

Check Also

EPITAF RINDU

Ini hari ke sembilan puluh sembilan Sejak pemilik kerling mata yang tajam mengucap rindu yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × one =